
Pererat Silaturahim Usai Idulfitri, Pemuda LDII Bali Gelar Pengajian dan Halalbihalal
Dipublikasikan 16 April 2026
Denpasar (12/04) – Mengawali pengajian rutin di bulan Syawal, pemuda-pemudi LDII se-Provinsi Bali menghadiri pengajian yang dirangkaikan dengan acara halalbihalal. Bertempat di Denpasar, kegiatan ini menjadi wadah strategis untuk saling memaafkan, memperkokoh persaudaraan dan menyambung tali silaturahim antar generasi muda.
Pengajian ini juga diisi dengan kegiatan membaca dan menafsirkan Al-Qur’an yang disampaikan oleh mubaligh LDII Bali, Ustaz Nanang Hidayat. Dalam tausiyahnya, ia mengupas tuntas betapa besar pahala bagi orang-orang yang saling memaafkan, hidup dalam kedamaian, serta menjaga dan menjalin silaturahim. Sebagaimana yang terkandung dalam Al-Qur’an Surah Al-Hujurat ayat 9-10.
Ayat tersebut menegaskan bahwa sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara, sehingga jika terjadi perselisihan, kewajiban sesama muslim adalah melakukan islah (mendamaikan).
”Karena itu, momen halalbihalal setelah Lebaran menjadi sarana yang tepat untuk mempererat hubungan, menghapus kesalahan dan memperkuat ukhuwah Islamiyah," terang Ustaz Nanang.
Acara ini juga diselingi dengan sesi interaktif yang seru dan menarik. Peserta yang kedapatan tidak membawa camilan berdasarkan inisial nama, diberikan tantangan berupa pertanyaan-pertanyaan unik terkait filosofi kehidupan dan wawasan umum. Sesi ini berhasil mencairkan suasana dan membangun keakraban antarpeserta.
Acara ditutup dengan nasihat agama dari Dewan Penasihat DPW LDII Bali, KH. Suyuti. Dalam pesannya, ia menekankan pentingnya peran generasi muda LDII Bali dalam menjaga harmoni persaudaraan.
Ia berpesan agar pemuda LDII tidak hanya fokus pada kesenangan duniawi, tetapi juga mulai mempersiapkan diri secara matang untuk menempuh jenjang pernikahan sebagai bagian dari ibadah.
”Peningkatan kualitas ibadah harian tetap menjadi prioritas utama sebagai bekal menuju kehidupan di akhirat kelak,” pesannya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para pemuda LDII Bali dapat merefleksikan diri untuk menjadi pribadi yang lebih religius, rukun, dan kompak. Semangat halalbihalal ini menjadi bahan bakar baru bagi mereka untuk terus berkontribusi positif bagi masyarakat dan bangsa di tengah keberagaman. (dea)
